Adaptasi komik oleh: R.A.Kosasih
Penerbit: Erlina
Halaman; 1248 (Buku 1& 2)
Tersebutlah suatu negara yang bernama Hastinapura yang terletak di tepi sungai Yamuna berbatasan dengan rimba Kamyaka.
Yang menjadi raja ketika itu adalah Prabu Sentanu.
Sentanu putra Prabu Pratipa yang telah mengasingkan diri.
Sang Prabu masih jejaka.
Beliau telah lama menginginkan seorang permaisuri.
Suatu ketika sang prabu pergi berburu dengan diiringi oleh segenap para punggawa dan prajurit-prajuritnya.
Rombongan itu tiba di dalam hutan dan menerobos kesana-kemari mencari-cari binatang buruan.Disaat itu tidak ada seekor binatang pun yang dijumpainya, yang biasanya banyak berkeliaran.
“Kemana perginya binatang-binatang itu?” ujar Prabu Sentanu.
“Entahlah gusti, hambapun merasa aneh…?” jawab prajurit.
Dialog diatas disertai gambar komik umumnya disertai balon kata, impresif. Menceritakan asal usul silsilah keluarga Kurawa dan Pandawa dan lainnya. Lahirnaya kerajaan Hastina dan Indraprasta. Perjalanan dan pelajaran hidup Pandawa yang terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Pengorbanab seorang Gatotkaca putra Bima. Filsafat hidup dan kehidupan dari parabu Sri Kresna.
Sifat manusia yang tersimbolkan dari tiap tokohnya mungkin adalah gambaran keadaan mnausia dewasa ini. Kejujuran, keserakahan, sumpah, kesetiaan, iri, dengki, perselingkuhan, peperangan, pengorbanan, cinta, cucuran air mata, amarah semua tergambar secara runtun dalam panel gambar.
Membacanya memberikan keasikan tersendiri. Sampai pada;
“Demikianlah Sri Kresna setelah melaksanakan tugasnya yang tidak berhasil itu lalu pergi meninggalkan negara Hastina menuju negara Wirata. Sudah terbayang dalam benaknya bahwa akan berkobar peperanagn dahsyat antara keturunana Bathara itu, karena telah menjadi tulisan dewata”.
Yang dilanjutkan dalam kisah Bharatayuddha.




